Untuk meningkatkan pelayanan, kami telah meluncurkan layanan SMS POLICE 0856-69-049-777 dan layanan melalui EMERGENCY CALL 112 sebagai Akses bagi masyarakat untuk menyampaikan Aspirasi, Laporan dan Pengaduan kepada Polres Bukittinggi

Apel Gerakan Nasional Keselamatan Berlalu Lintas


POLRES BUKITTINGGI – Wali Kota Bukittinggi Ismed Amzis bertindak sebagai Pimpinan Apel pada kegiatan Apel Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Tingkat Kota Bukittinggi yang berlangsung di halaman Mapolres Bukittinggi, Minggu (26/1). Kegiatan apel Gerakan Nasional ini berlangsung secara serentak di Kabupaten Kota dan Propinsi di Indonesia.



Diawal kegiatan apel Gerakan Nasional ini, dilakukan pembacaan komitmen Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas oleh Bripda Yenggi Gilang Gumilang anggota Sat Lantas Polres Bukittinggi, yang intinya menyatakan sikap untuk tertib berlalu lintas dan disiplin dalam berkendara. Dan juga adanya pernyataan testimoni kewaspadaan berlalu lintas oleh seorang warga masyarakat yang bernama Asri Nander Daci, 56 th, yang bealamat di Gadut Tilatang Kamang Kab.Agam, yang karena lalainya mengakibatkan tangan kanannya putus sewaktu kecelakaan.


Kejadian sekitar tahun 1973 sewaktu Asri Nander masih berumur 16 tahun di dalam perjalanan dari Bukittinggi ke Pekanbaru, dengan menumpang Bis Cahaya Kampar. Tampa mengindahkan keselamatan berlalu lintas sebagai penumpang Asri Nander Daci mengeluarkan tanggannya dari badan Bis. Di batas kota Bukittinggi Jl.Raya Tanjung Alam KM 4 Garegeh tangan korban yang dikeluarkan dari Bis dihantam oleh truk yang berselisih jalan dan hampir putus, darah bercucuran sehingga harus diamputasi.

Testimoni kedua disampaikan oleh seorang ibu sebut saja namanya ENI (bukan nama asli) yang mengalami nasib pahit dimana suaminya meninggal satu bulan yang lalu akibat kecelakaan. Sekarang ENI harus menjadi orang tua tunggal dengan anak yang masih kecil-kecil dan lebih sedih lagi karena sekarang ENI sedang hamil muda sewaktu suaminya meninggal.

Pengalaman pahit atas kejadian tersebut, pada kesempatan apel keselamatan berlalu lintas ini, Asri Nander Daci dan Ny. ENI mengingatkan kepada seluruh peserta apel betapa pentingnya menjaga keselamatan dalam berlalu lintas. Karena keselamatan penting untuk kita semua baik untuk pengemudi atau pengendara maupun untuk para penumpang dan orang lain sebagai pengguna jalan. Karena apabila sudah kecelakaan, tidak hanya ditanggung oleh korban sendiri, melainkan seluruh keluarga ikut merasa kesedihandan kesulitan seperti yang dialami oleh kedua warga masyarakat yang menyampaikan testimony diatas.

Apel Gerakan Nasional ini dihadiri oleh unsur Muspida Kota Bukittinggi, dan SKPD se Kota Bukittinggi. Diantaranya peserta apel yang hadir yaitu peleton dari Subdenpom, Kodim 0304 Agam, Peleton Sat Lantas Polres Bukittinggi, Peleton Gabungan Staf Polres Bukittinggi, Peleton Reserse Intel dan Sat Narkoba Polres Bukittingg, Peleton Dishubkominfo dan Satpol PP serta peleton dari Komunitas(Biker, Corolla DX Community, Kijang Klub Bukittinggi, Daihatsu Feroza Bukittinggi).

Pada amanat Presiden RI yang dibacakan oleh Walikota Bukittinggi selaku Pimpinan Apel mengemukakan tentang keselamatan pada hakekatnya merupakan prinsip dasar bagi setiap orang dalam berlalu lintas di jalan raya. Di Indonesia, prinsip ini seringkali tidak sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan. Hasil tersebut dapat dilihat dari dua hal yaitu belum membaiknya potret perilaku para pengendara kita dijalanan, dan diindikasikan dengan semakin meningkatnya jumlah dan fatalitas korban kecelakaan. Ini nampak terlihat dari data dan laporan Polri bahwa kematian dan cedera dijalan merupakan krisis yang semakin meningkat pada kaum muda usia.

Tahun 2013, angka kematian di jalan raya dalam satu bulan 2.096 orang, setara 69 orang per hari atau dalam setiap jam terdapat kurang lebih tiga jiwa. Kondisi ini menguatkan temuan global Burden of Disease yang menunjukkan bahwa kematian akibat kecelakaan lalulintas adalah menempati urutan sepuluh besar kelompok penyebab kematian utama manusia di dunia.

Presiden SBY memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kampanye efektif yang diberi nama Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas. Dengan gerakan moral ini adalah merupakan langkah untuk meningkatkan rasa kepedulian dan kepekaan masyarakat akan arti pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di jalan, melalui gerakan ini secara gradual peran orang per orang dalam mencegah kecelakaan akan tumbuh berkembang ke arah yang lebih baik. Dan hendaknya pula, pesan pesan keselamatan untuk dipandang sebagai kebutuhan yang membudaya.

Gerakan Nasional ini pula ditandai dengan pemasangan selempang pelopor keselamatan berlalu lintas kepada perwakilan dari personil Sat Lantas Polres Bukittinggi, Subdenpom, Kodim 0304 Agam, Dishubkiminfo, Pramuka dan PKS. Dan juga pada kesempatan apel tersebut Kapolres Bukittinggi memberikan penghargaan kepada komunitas Biker, Kijang Club, Corrolla DX Community dan Daihatsu Feroza Bukittinggi sebagai Mitra Polri menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Selesai apel, diadakan pertunjukan drama musical oleh siswa – siswi MAN Model Bukittinggi yang berjudul Pentingnya Menjaga Keselamatan Berlalu Lintas di Jalan Raya yang disaksikan oleh seluruh peserta apel dan warga masyarakat yang hadir pada kegiatan apel keselamatan berlalu lintas tersebut. Drama musical dengan durasi 45 menit tersebut cukup mendapat decak kagum dan sambutan positif dari penonton. Secara spontan Kapolres Bukittinggi Akbp Amirjan, Sik mengatakan alangkah lebih baik jika ini di videokan sebagai dokumentasi dalam program pelopor keselamatan berlalu lintas.

Kemudaian acara ditutup dengan pawai keliling kota Bukittinggi yang diikuti oleh komunitas Biker, Kijang Club, Corrolla DX Community dan Daihatsu Feroza Bukittinggi. Pawai pelopor keselamatan berlalu lintas tersebut dilepas oleh Walikota Bukittinggi dan didampingi oleh Kapolres Bukittinggi dan Kadishubkominfo Kota Bukittinggi dengan rute mengelilingi kota Bukittinggi dengan jarak tempuh sekitar 15 KM. (Han/Hms)